top of page
  • Writer's pictureabi mangku

Menyerah atau Melanjutkan? Pertimbangan dalam Menentukan Keputusan untuk "Quiet Quitting"


Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan yang harus kita ambil. Salah satunya adalah tentang kapan waktunya untuk menyerah atau melanjutkan suatu hal. Kebanyakan dari kita mungkin akan menganggap bahwa menyerah adalah tanda kelemahan, namun faktanya, terkadang menyerah adalah pilihan yang paling bijak yang harus kita ambil. Namun, bagaimana kita tahu kapan waktunya untuk menyerah?


Salah satu cara untuk menentukan kapan waktunya untuk menyerah adalah dengan melakukan evaluasi terhadap situasi yang sedang kita hadapi. Pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apakah saya masih memiliki kendali atas situasi ini?", "Apakah saya masih memiliki energi dan motivasi untuk melanjutkan?", dan "Apakah hasil yang diharapkan masih realistis?" dapat membantu kita untuk menentukan apakah kita masih dapat melanjutkan atau sudah saatnya untuk menyerah.


Selain itu, kita juga harus mempertimbangkan dampak dari keputusan tersebut. Apakah menyerah akan membuat kita merasa lebih baik atau justru merusak mental kita? Apakah menyerah akan membebaskan kita dari beban yang selama ini kita pikul atau justru akan membuat kita merasa lebih bersalah?


Ketika kita sudah yakin bahwa menyerah adalah pilihan yang tepat, maka kita harus melakukannya dengan cara yang baik. Ini disebut dengan "Quiet Quitting", yaitu mengambil keputusan untuk menyerah dengan cara yang tenang, tanpa rasa bersalah atau rasa sesal.


Jangan biarkan diri kita terjebak dalam situasi yang sudah tidak produktif lagi. Keputusan untuk menyerah bukanlah tanda kelemahan, tapi justru tanda keberanian untuk membuat pilihan yang tepat untuk diri sendiri.


Semoga kita semua dapat belajar untuk mengambil keputusan dengan baik dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

23 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page