Bank Syariah Indonesia menjadi kanal social media #2 terbesar di antara seluruh bank di Indonesia bukan dengan membicarakan perbankan, tetapi dengan mengubah keuangan syariah menjadi konten keseharian untuk milenial dan Gen Z.
Perbankan itu kategori tempat playbook social media biasanya mati. Klaimnya diatur ketat, review-nya berlapis, dan audiensnya lebih suka mengikuti akun lain. Meski begitu, beberapa bank Indonesia kini punya kanal social terkuat di negeri ini.
Ini catatan langsung dari tim yang mengerjakan @lifewithbsi. Yuk, simak apa saja yang bisa ditiru brand teregulasi mana pun.
Hasilnya Dulu
Kenapa Social Media Perbankan Itu Sulit
Ada tiga tembok sekaligus. Pertama, komunikasi yang diatur regulator, jadi tidak bisa sembarangan bicara produk dan imbal hasil. Kedua, persepsi lama bahwa bank itu membosankan. Ketiga, pergeseran audiens: milenial dan Gen Z menilai brand finansial dari feed, bukan dari kantor cabang.
Kebanyakan bank meresponsnya dengan rajin memposting pengumuman produk. Kanal yang menang justru melakukan kebalikannya.
Empat Hal yang Menggerakkan Angka
Lifestyle Dulu, Perbankan Kemudian
Kanal diposisikan ulang di sekitar skenario sehari-hari, humor, dan tren budaya. Konten seperti ini tidak perlu review klaim produk, soalnya memang tidak ada klaim. Nilai keuangan syariah hadir lewat momen hidup, bukan daftar fitur.
Penemuan Tema Berbasis AI
Analisis keyword, deteksi sentimen, dan pemetaan konteks dari data performa historis membantu kami menemukan tema yang benar-benar menggerakkan engagement. Analisis yang sama dipakai untuk mempertajam ad targeting. Hasilnya, pertumbuhan datang dari audiens yang memang engaged, bukan dari reach yang dibeli.
Pengujian Kreatif yang Disiplin
Visual diuji A/B: heartfelt, produk, dan kontekstual. Pesannya juga: empati, solusi, dan variasi CTA. Pemenangnya konsisten kreatif empati. Dari situlah post 68 ribu likes lahir.
Gamifikasi yang Direncanakan
Game HTML5 Ramadan memberi audiens muda alasan menghabiskan hitungan menit bersama brand, bukan hitungan detik. Tingkat penyelesaian 97% lebih bermakna daripada reach mentah, karena menandakan pengalamannya memang menarik.
Playbook untuk Brand Teregulasi
- Ekspresikan nilai kategori lewat momen hidup, bukan klaim produk.
- Biarkan data memilih tema, biarkan manusia menggarapnya. AI menemukan pola, tim Anda membawa rasa.
- Uji kreatif empati melawan kreatif produk. Di kategori teregulasi, empati biasanya menang.
- Bangun satu momen interaktif per musim budaya, daripada menambah sepuluh post biasa.
Pendekatan yang sama meluas ke sisi produk BSI. Kampanye #CaraEmas Gadai Emas meraih 2,5 juta views di TikTok dan menaikkan inquiry layanan 20%. Nah, kalau brand Anda juga bermain di kategori yang diatur ketat, yuk ngobrol dengan tim Epilog lewat WhatsApp. Atau baca dulu perbandingan jujur agensi social media Indonesia yang kami terbitkan. Pendekatan lengkap kami untuk kategori seperti ini ada di halaman jasa social media management Epilog.
Pertanyaan Umum
Apakah bank bisa kreatif di social media dengan aturan compliance?
Bisa. Compliance membatasi klaim, bukan kreativitas. BSI menjadi kanal social bank #2 di Indonesia lewat skenario keseharian, humor, dan momen budaya. Format seperti ini tidak butuh klaim produk sama sekali. Justru karena tidak boleh menjanjikan imbal hasil, kontennya dipaksa untuk benar-benar menarik.
Konten seperti apa yang paling efektif untuk bank?
Dari pengerjaan BSI, tiga keluarga tema yang konsisten unggul: skenario kehidupan sehari-hari, humor, dan tren budaya. Hasil A/B testing juga jelas: konten empati mengalahkan konten produk. Post terbaiknya meraih 68.000+ likes.
Apakah gamifikasi cocok untuk brand finansial?
Cocok, dan hasilnya terukur. Game HTML5 Ramadan BSI dimainkan 13.000+ orang dengan tingkat penyelesaian 97%. Untuk brand teregulasi yang menyasar milenial dan Gen Z, ini sinyal yang kuat.
Siapa yang mengelola social media BSI?
Epilog Creative mengelola @lifewithbsi dalam kerja sama berkelanjutan lebih dari 18 bulan, mencakup strategi konten, analisis berbasis AI, ad targeting, dan kampanye interaktif. Detailnya terdokumentasi di agency credential kami.